26 Kg Ganja Berhasil Diamankan

KARAWANG,– Bandar Narkoba kelas atas asal Kabupaten Karawang jadi buruan polisi dan BNN (Badan Narkotika Nasional). Inisial AN, JM, dan RB, ketiganya warga Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Dari tangan tiga pelaku, petugas mengamankan 26 kilogram ganja siap edar.

Ganja siap edar tersebut disimpan di dalam dua buah karung plastic di salah satu rumah tersangka. Dua karung itu ditaruh begitu saja di samping rumah salah satu tersangka di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, dekat laut. Dugaan sementara petugas, ganja ini didistribusikan lewat jalur laut. Kecurigaan petugas ini bukan tanpa sebab. Selama ini memang ada pelabuhan-pelabuhan kecil ilegal tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

Kepala BNN Jawa Barat Brigjen Pol. Benny Gunawan kepada wartawan mengatakan, penemuan ganja ini berasal dari laporan masyarakat. “Pada Jumat 17 September 2021, jam tujuh malam, tim kami melakukan penggerebekan terhadap terduga pelaku. Namun, pelaku sudah tidak ada di TKP. Tim lalu memanggil tokoh masyarakat setempat untuk melakukan upaya paksa penggeledahan. Saat digeledah, ditemukan barang bukti ganja,” katanya di Plaza Pemda Karawang, Kamis 14 Oktober 2021.

Polisi juga menyita dua buah ponsel yang ditemukan di TKP. Ponsel ini digunakan para tersangka untuk berkomunikasi dengan para pengedar. Dari peristiwa ini, BNN mengklaim telah menyelamatkan 26.805 jiwa dari penyalahgunaan narkoba jenis ganja dengan asumsi satu gram ganja dipakai satu orang.

“Sementara ini kami sedang mapping jaringannya dari mana. Namun perlu kita ketahui bahwa wilayah Kabupaten Karawang ini luas. Lautnya luas sehingga banyak pelabuhan-pelabuhan tikus. Ini memungkinkan narkoba dengan mudah masuk ke pelabuhan khusus tersebut. Sasarannya adalah masyarakat pedesaan yang tidak mengerti. Pelaku sudah kami ketahui, mudah-mudahan bisa kami ungkap agar jaringannya bisa diketahui sehingga bisa kami tindak keras sindikat ini,” katanya.

BNN juga menyatakan, para pelaku yang saat ini buron tidak hanya beraksi satu kali saja. Namun sudah tiga kali beraksi. “Saya mengimbau masyarakat agar tidak henti berperan menginformasikan kepada kita semua, manakala ada hal yang mencurigakan dan informasi berharga. Tanpa bantuan masyarakat, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau dan membatasi pergerakan distribusi narkoba jalur laut.

“Peredaran narkoba memang bukan hanya di darat, tapi di laut. Kami koordinasikan dengan Pol Airud, Kasat Narkoba Polres Karawang, BNN, dan TNI. Mudah-mudahan peredaran bisa kita cegah. Kami juga koordinasi melalui Kesbangpol untuk melakukan upaya preventif,” kata Wabup selesai acara pemusnahan barang bukti Narkoba di Plaza Pemda Karawang.

Sementara itu Kepala BNN Kabupaten Karawang Dea Rhinofa menuturkan, 80 persen jalur laut di Kabupaten Karawang tidak terawasi. “Karena Pol Airud cuma dua, dan itu juga tidak hanya mengawasi peredaran narkoba, tapi juga nelayan dan lain-lain. Saat ini upaya yang bisa kami lakukan adalah melakukan penyisiran ke sembilan desa pesisir. Tentu yang kami temukan di Desa Pejaten Cibuaya ini masih kecil. Masih banyak narkotika golongan 1 lainnya yang beredar di Karawang,” tutupnya. (Faizol Yuhri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita