7.300 Warga Bakal Demo Kantor Pemkab

KARAWANG,- Warga Cikampek, Karawang mengancam akan melakukan aksi demontrasi di Kantor Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana. Warga Cikampek menilai, Bupati Cellica tidak serius menanggapi tuntutan warga Cikampek yang meminta pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Madya Cikampek. 7.300 warga dari 73 desa ditargetkan akan mengikuti aksi tersebut.

“Dalam waktu dekat ini kita segera mengumpulkan masyarakat Cikampek untuk melakukan aksi demonstrasi menuntut pemekara Kota Cikampek. Kami menilai, Pemkab Karawang tidak serius menangapi aspirasi kami warga Cikampek,” ujar tokoh pemuda Cikampek, Ricky Sopiyan, Jumat, 1 Oktober 2021.

Ricky mengatakan, bagi legislative dan eksekutif Pemkab Karawang sama-sama tidak menanggapi serius soal aspirasi warga Cikampek. Jawaban DPRD Kabupaten Karawang melalui Ketua Komisi I DPRD Karawang Budianto dinilai ngambang dan hanya mengulur waktu saja.

Ricky menambahkan, terkait proses administrasi pengajuan DOB Kota Madya Cikampek sudah disampaikan ke Pemkab Karawang. Dalam surat administrasi itu disebut tujuh kecamatan dan 73 desa diusulkan memekarkan diri membentuk DOB Kota Madya Cikampek. Proses administrasi itu disampaikan oleh Panitia Persiapan Pembentukan Daerah Otonom Baru (PPDOB) Kota Madya Cikampek.

“Segala upaya mulai dari yang sifatnya administratif hingga teknis sudah kita lakukan dan disampaikan, jika tidak ada tanggapan dari Pemkab Karawang, maka dalam waktu dekat ini kami siap turun kejalan. Tuntutannya, proses pemekaran Kota Cikampek segera dilakukan Pemkab Karawang,” tegas Ricky.

Adapun jumlah masa yang akan mengikuti aksi tersebut, kata Ricky, merupakan perwakilan dari 73 desa yang ada di 7 kecamatan yang diusulkan dimekarkan dari Kabupaten Karawang. “Dari setiap desa minimal 100 orang, kemudian dikalikan 73 desa. Jadi sekitar 7.300 masa dan mereka turun aksi atas kesadaran kolektif, tanpa ada implikasi materil,” janji Ricky.

Ricky yang juga menjabat pengurus Garda Muda Pemekaran Kota Madya Cikampek ikut menyeroti masuknya Kabupaten Karawang dalam lima besar kabupaten dan kota di Provinsi Jawa barat dengan tingkat kemiskinan ekstrim yang tinggi. Ricky menilai, dengan dimekarkannya Cikampek dari peta administrasi Kabupaten Karawang, bisa menjadi solusi mengentaskan kemiskinan di Karawang.

APBD Karawang yang mencapai Rp 4 triliun, tidak mampu mensejahterakan warganya di 12 kelurahan dan 297 desa di Karawang, dengan penduduk yang mencapai 2,1 juta jiwa dengan luas wilayah 1.652,20 kilometer persegi dan sebaran penduduk 1.277 jiwa per kilometer persegi.

“Kenapa kemarin bicara soal pemekaran Kota Cikampek, itu kan bicara soal pemerataan pembangunan, bicara soal mengurangi kesenjangan sosial dan juga mengurangi angka kemiskinan,” katanya.

Ricky juga membandingkan kondisi Jawa Barat dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit di banding Jawa Barat tapi memiliki kabupaten dan kota yang lebih banyak.

“Saya sering bicara Jawa Timur dan Jawa Tengah itu yang kira-kira penduduknya lebih kecil dari Jawa Barat tetapi itu mendapat anggaran dari pusat itu lebih banyak karena posisinya, kota dan kabupaten lebih banyak dibandingkan Jawa Barat,” ujarnya

Menurut Ricky, jika ingin ideal Karawang harus dimekarkan, termasuk desa-desa, agar pelayanan publik lebih dirasakan lagi oleh semua masyarakat. “Kalau Cikampek berpisah dari Kabupaten Karawang, otomotis jumlah penduduk di Karawang akan berkurang. Begitupun di Cikampek, desa-desa yang di Karawang Utara sana juga akan lebih terperhatikan lagi. Jadi tidak ada desa-desa yang hidup dalam kategori miskin ekstrim,” jelasnya.

Ricky juga menambahkan pemekaran desa juga harus dilakukan agar pelayanan masyarakat di desa-desa bisa lebih optimal lagi. “Di Karawang juga cukup banyak desa-desa yang memiliki penduduk lebih dari enam ribu penduduk. Padahal itu sudah boleh dimekarkan. Kalau satu desa di belah dua, otomatis dana desa pun yang tadinya cuma satu miliar jadi dua miliar karena dibelah menjadi dua desa. Pasti masyarakat juga akan lebih terperhatikan. Ya semoga saja bupati juga memiliki pemikiran ke arah sana. Kesejahteraan masyarakat Karawang tentu menjadi cita-cita bersama,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Kabupaten Karawang Cellica Nurachadiana saat dimintai tanggapan soal DOB Kota Madya Cikampek terkesan enggan mereapon lebih jauh. Cellica hanya menjawab irit sambil pergi meninggalkan awak media. “Ya itu kan persoalan yang udah lama,” singkat Bupati Cellica usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Karawang, Kamis 30 September 2021. (Iqbal Tawakal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita