920 Ruang Kelas Rusak, Satu Persatu Mulai Roboh

KARAWANG,- Satu per satu gedung bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Karawang roboh. Sebelumnya, atap SDN 1 Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon,  ambruk dan menimpa salah satu rumah warga didekatnya, Sabtu 9 Oktober 2021. Kini, Senin 18 Oktober 2021, tiga bangunan SDN 4 Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, ambruk sekitar pukul 07.00 WIB.

Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Koorwilcambidik) Rengasdengklok, Rusta Anzela menjelaskan, bangunan SDN 4 Rengasdengklok Selatan sudah diusulkan untuk mendapat penanganan rehab ke Pemkab Karawang pada tahun 2018. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum direalisasikan Pemkab Karawanng.

“Sudah di usulkan sejak 2018 untuk rehab ringan. Sejak saat itu gedung kelas ini tidak digunakan dan dikosongkan selama hampir dua tahun terakhir.  Sempat masuk draft APBD dan siap dibangun oleh Dinas PUPR, namun terkendala teknis, karena anggaran prioritas saat pandemi lebih pada penanggulangan Covid tahun 2020 lalu,” kata Rusta, Senin (18/10).

Ia menambahkan, ruangan yang digunakan kegiatan belajar mengajar efektifitasnya ada di 6 rombel. Sedangkan sekolah tersebut  memiliki 10 kelar. Sehingga demikian, kata Rusta, ambruknya bangunan tiga kelas itu tidak ganggu kegiatan pembelajaran tatap muka. Sekolah tersebut diketahui memiliki 279 siswa. Tahun ini, kata Rusta, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan gedung sekolah yang roboh itu melalui program popok pikiran (pokor) angota DPRD Karawang.

“Dinding mah Alhamdulillah masih kuat dan kokoh. Saya sudah prediksi sih bakalan roboh. Kewenangan kita dan Disdikpora kan sebatas mengusulkan. Eskekusinya ya bertahap, itu harus kita maklumi bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Pendidikan Sekolah Dasar (PSD) Disdikpora Kabupaten Karawang, Cece Saripudin mengatakan, di Karawang terdapat 920 ruang kelas rusak sekolah dasar.  “Kita sudah monitoring kelapangan sekaligus pemetaaan untuk sekolah-sekolah menjelang ambruk, jadi ini menjadi PR kita, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah pusat, ” ujar Cece.

Lebih lanjut Cece menjelaskan seputar biaya yang dibutuhkan untuk mendanai sebanyak 920 ruang kelas rusak. Penanganan ruang kelas rusak itu akan mengunakan anggaran yang bersumber dari APBN dan APBD II Pemkab Karawang. “Alokasi anggaran satu ruang kelas itu membutuhkan anggaran Rp 100 juta, jadi kalau dihitung dari jumlah sekolah yang rusak itu membutuhkan kisaran anggaran sekitar Rp 92 milliar,” jelas Cece.

Sementara itu Kepala Disdikpora Karawang, Asep Junaedi menegaskan, jika sebanyak 920 ruang kelas rusak parah telah diusulkan ke tim anggaran Pemerintah Daerah Karawang. “Sekolah yang belum direhab itu semuanya 1.250 ruang kelas. Namun sampai saat ini tersisa 920 ruang kelas. Saya berharap yang sisa 920 ruang kelas ini bisa selesai dalam waktu 2 tahun kedepan hingga tahun 2023,” katanya. (Teguh Purwahandaka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita