Cellica Tak Punya Program Pengentasan Kemiskinan

KARAWANG,– Pengamat pemerintahan dan tokoh masyarakat, Abda Khair Mufti berkomentar, Pemkab Karawang belum memiliki program yang mengarah pada pengentasan kemiskinan. Program yang menyentuh warga miskin Karawang yang paling dirasakan  yaitu program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Rutilahu hanya memperbaiki rumah yang tidak layak huni milik warga miskin, kemudian tidak ada lagi program selanjutnya, seperti program kelanjutan pengentasan kemiskinan. Setelah diperbaiki rumahnya, penghuni rumahnya masih hidup miskin. Seharusnya disambung dengan program peningkatan penghasilan bagi warga miskin, atau inovasi apapun itu dalam pengentasan kemiskinan,” tutur Abda.

Seharusnya, lanjut Abda, Pemkab Karawang membuat program yang bertujuan langsung mengentasakan kemiskinan. Bahkan, Cellica-Aep, memiliki janji kampanye pengentasan kemiskinan dan penganguran. Namun, setelah lewat dari seratus hari kerja sejak dilantik menjadi bupati dan wakil bupati, Cellica-Aep belum membuat program dalam pengentasan kemiskinan.

“Saya menilai banyak kelemahan dalam diri Bupati Cellica sehingga tidak memilki program atau inovasi dalam pengentasan kemiskinan di Karawang,” katanya.

Kelemahan Bupati Cellica diantaranya yaitu tidak adanya upaya pendataan warga miskin yang dilakukan Pemkab Karawang. Padahal, jika melakukan program pendataan warga miskin, maka langkah selanjutnya akan lebih mudah.

“Data dari BPS, Bupati Cellica malah meragukan data tersebut. Tapi Cellica tidak melakukan pendataan secara mandiri. Terakhir pendataan warga miskin itu dilakukan oleh Bupati Dadang S Muchtar, dan sampai sekarang tidak ada penghitungan data warga miskin di Karawang,” kata Abda.

Wajar menurut Abda jika Bupati Cellica minim gagasan, inovasi dan program dalam pengentasan kemiskinan. Sebab, selama kepemimpinan Cellica di Pemkab Karawang, belum melakukan pendataan berapa jumlah warga miskin di Karawang. “Itu menjadi kelemahan kinerja Cellica,” kata Abda.

Kelemahan lainnya yaitu, perangkat kerja dibawah Cellica tidak mau bekerja. Abda menyebut, Bupati Cellica tidak akan pernah berani memerintah perangkatnya apabila yang bersangkutan ada keterlibatan dalam organisasi partai politik maupun organisasi kemasyarakatan.

“Menjadi lemah jika perangkat kerja dibawah Cellica terlibat dalam organisasi politik maupun organisasi kemasyarakatan. Sehingga, kinerjanya tidak dapat maksimal atau bahkan tidak mau bekerja,” tutur Abda.

Abda berpesan, program terbaik yang harus dilakukan yaitu bagaimana membuat Bupati Cellica punya keberanian dan keperdulian pada dirinya dan daerah yang dipimpinnya. Jika ada keberanian dan keperdulian, maka persoalan sebesar apapun sedikit demi sedikit akan teratasi melalui kerja nyata.

“Sekarang tahu-tahu Karawang memiliki jumlah terbanyak warga yang hidup dalam garis kemiskinan ekstrim. Saya rasa wajar, karena hamper di setiap kampung atau perkotaan, dapat kita temui potret kemiskinan dan penganguran. Cellica harus berani dan perduli juga Amanah dalam memimpin Karawang,” tutup Abda. (Teguh Purwahandaka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita