DLHK Minta Tambah Armada Truk Sampah Sewa Rp 5.9 Juta Sehari

KARAWANG,– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang mengajukan anggaran sewa truk untuk mengangkut sampah bekas banjir. Untuk sewa satu armada truk sampah, DLHK Karawang mengajukan biaya sewa Rp 5.9 juta per hari. Pengajuan tersebut ditolak.

“Rp 59 juta untuk sewa tambahan 10 truk setiap harinya, dan kami perlu untuk tujuh hari,” kata Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan, Senin (8/2).

Sewa armada truk sampah untuk satu hari dibayar Rp 5.9 juta. DLHK memerlukan tambahan armada truk sampah sebanyak 10 unit, sehingga per hari membutuhkan anggaran Rp 59 juta. DLHK berencana sewa armada truk sampah selama tujuh hari, sehingga memerlukan anggaran Rp 413.000.000.

DLHK mengajukan anggaran tersebut menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran (TA) 2021 tanggap darurat banjir guna menangani sampah paska banjir. Pengajuan tersebut dialamatkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Karawang, Acep Jamhuri.

“Kami dituntut untuk membereskan sampah paska banjir, jadi kami meminta tambahan anggaran Rp 5.9 juta per truk untuk satu hari, tapi tidak dikasih,” beber Wawan.

DLHK Karawang mengaku memiliki keterbatasan jumlah armada truk untuk menarik tumpukan sampah. Armada yang tersedia saat ini ada 55 unit. Setengah dari jumlah truk itu, kata Wawan, sudah berusia di atas 7 tahun dan bahkan sudah tidak layak pakai lagi.

DLHK mengaku sudah dibantu oleh Satgas Ciatrum Harum dengan tiga truk dan Dinas PUPR Karawang dengan dua truk untuk penanganan sampah paska banjir. Namun demikian, kata Wawan, hal tersebut belum cukup sehingga dirasa membutuhkan tambahan armada truk sampah dengan cara sewa.

“Sudah mengajukan tambahan biaya untuk sewa 10 truck selama 7 hari melalui dana BTT tanggap darurat banjir, tapi hal itu tidak dikabulkan sama Sekda,” kata Wawan.

Wawan mengaku banyak sampah yang menggunung di berbagai tempat pembuanngan sampah sementara, bahkan di tempat pembuangan sampah ilegal. Sampah tersebut harus diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah, di Jalupang, Kecamatan Kota Baru.

“Semua titik sama saja, pasca banjir sampahnya membludak. Kendaraan truk tidak ada penambahan kendati pihak kami sudah dibantu dengan adanya penambahan 3 truk dari Citarum Harum dan 2 truk dari Dinas PUPR Karawang. Tim kami di lapangan masih harus keroyokan dengan kondisi sampah yang membludak pasca banjir ini,” ungkapnya.

Selain itu, Wawan juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar perihal tumpukan sampah pasca banjir yang membludak. Sebab, pihaknya juga berjanji akan terus melakukan upaya dan usaha semaksimal mungkin kendati memiliki sejumlah kendala tekhnis untuk mengangkut sampah.

“Ya jadinya masyarakat harus sabar, dan kami pastikan akan di beresin secara bertahap,” pintanya. (Gusti Sevta Gumilar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita