Elektabilitas Acep Jamhuri Jeblok

KARAWANG,- Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Karawang 2024, secara resmi tahapannya dimulai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Februari 2022 mendatang. Beberapa nama digadang-gadang akan mengikutinya. Salah satunya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Karawang saat ini, Acep Jamhuri. Di beberapa Pilkada Karawang sebelumnya, nama Acep Jamhuri selalu disebut-sebut sebagai bakal calon konsestan Pilkada, namun tak pernah sekalipun mengikutinya.

Pusat Data Riset (Pusdari) telah melakukan survei tentang prilaku masyarakat menghadapi Pilkada Serentak Tahun 2024 yang dilaksanakan pada tanggal 25 September 2021 hingga 1 Oktober 2021. Survei dilakukan dengan metode penarikan sampel/responden: Multi-Stage Random Sampling. Metode ini yang akurat untuk menentukan responden dalam survei. Jumlah responden sebanyak 400 responden dengan margir of eror sebesar ± 4.90%, pada tingkat kepercayaan 95%.

Direktur Eksekutif Pusdari, Cecep Sopandi mengatakan Pusdari melakukan survei terkait perilaku masyarakat di Kabupaten Karawang untuk memetakan politik lokal dan menjaring persepsi masyarakat tentang siapa saja calon Bupati yang mereka kenal, sukai dan kemudian dipilih jika asumsinya Pilkada Karawang dilakukan pada hari ini. Hasilnya, popularitas dan elektabilitas Sekda Karawang Acep Jamhuri jeblok.

Terungkap berdasarkan hasil survei, dari seluruh koresponden yang mengikuti survei tersebut, hanya 15 persen diantaranya menjawab tahu, mengenal, pernah mendengar atau pernah membaca nama Acep Jamhuri. “Merujuk pada data survei yang kami laksanakan, tingkat popularitas Acep Jamhuri sebesar 15 persen,” kata Cecep, kepada Koran Gratis, Kamis, 14 Oktober 2021.

Sementara itu, 80,8 persen lainnya mengaku tidak mengenal, tidak mengetahui, tidak pernah mendengar atau bahkan membaca nama Acep Jamhuri. Sedangkan 4,2 persen lainnya mengaku tidak ingin menjawab pertanyaan dari survei tersebut.

Sedangkan tingkat elektabilitas Acep Jamhuri jauh lebih jeblok. Dari 15 persen koresponden yang mengetahui, mengenal, pernah mendengar dan membaca nama Acep Jamhuri, hanya 0.5 persen diantaranya yang menginginkan Acep Jamhuri menjadi pemimpin di Karawang. “Sedangkan tingkat elektabilitas atas nama Acep Jamhuri yaitu berada di posisi 0,5 persen,” tutur Cecep.

Alasan Pusdari melakukan survei Pilkada 2024, lanjut Cecep, karena tiga alasan utama. Pertama, masyarakat memiliki kepentingan untuk melihat siapa saja calon bupati potensial yang akan maju, hal itu akan mencerminkan pilihan pada saat Pilkada Karawang dilaksanakan.

Kedua, para kandiat memiliki kepentingan untuk melihat peluang mereka yang tergambar dari persepsi yang disuarakan oleh masyarakat. Hal ini sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi putera-puteri terbaik di Kabupaten Karawang untuk tampil ke publik dan mulai menyusun langkah serta strateginya. Ketiga, partai politik memiliki kepentingan untuk melakukan pemetaan politik, baik terhadap elektabilitas partainya maupun kandidat yang dinilai potensial untuk mereka usung.

“Waktu 2 tahun lebih menjelang Pilkada serentak 2024 memberikan ruang sebesar-besarnya, baik bagi calon kandidat maupun partai politik untuk mempersiapkan diri dan mencermati strategi dan langkah-langkah yang tepat agar mendapatkan hasil maksimal. Pada Pileg atau Pilkada yang akan datang,” kata Cecep.

Cecep menjelaskan, popularitas menjadi syararat utama bagi calon kandidat jika ingin dipilih masyarakat. “Bagaimana mau dipilih jika tidak dikenal. Dikenal saja belum tentu dipilih apalagi tidak ada yang mengenal. Setelah dikenal kemudian kandidat berupaya agar dirinya disukai, jika sudah disukai maka ada peluang untuk dipilih,” tambahnya

Selain faktor tersebut, menurut Cecep calon kandidat juga perlu melihat perilaku masyarakat. “Jika melihat data survei, alasan utama publik memilih calon bupati adalah karena kenal dengan orangnya, orangnya dekat dengan rakyat, orangnya baik, kinerja dan kepemimpinannya bagus,” ungkapnya.

Pertarungan Terbuka

Pemerhati politik dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang, Dadan Kurniansyah berpendapat, kendati Pilkada Karawang akan dilaksanakan 2024, namun suhu politik sudah sedikit memanas. Pilkada Karawang 2024 mendatang tanpa petahana. Bupati Cellica Nurrachadiana sudah menjabat dua periode. Tanpa kehadiran petahana Cellica, Pilkada Karawang menjadi pertarungan terbuka bagi para konsestan. Setiap calon memiliki peluang besar untuk menang tanpa kehadiran Cellica.

“Persaingannya bakal sengit karena orang nomor satu atau petahana yang sekarang menjabat sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi menjadi bupati kalau merujuk pada aturan,” katanya, Rabu, 13 Oktober 2021.

Dadan mengatakan, meski sudah banyak daftar nama yang akan mencalonkan dalam Pilkada Karawang, Dadan memprediksi hanya tiga orang pasangan calon yang bakal bertarung. Yang paling memungkinkan calon berasal dari unsur birokrat dan politisi. “Melihat dari potensi dan peluang bahkan kriteria, kemungkinan ada sekitar tiga pasang nama yang muncul dan itu dari birokrat dan politisi,” katanya.

Sejumlah nama yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilkada Karawang diantaranya Aep Syaepuloh, yang sekarang menjabat wakil bupati. Acep Jamhuri Sekda Karawang, Ahmad Jimmy Zamaksari, mantan Wakil Bupati Karawang, Vera Febriyanti, anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Sri Rahayu Agustina, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Golkar, Gina Swara, putri mantan Bupati Karawang dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra. (Teguh Purwahandaka)

Sekretaris Daerah Pemkab Karawang, Acep Jamhuri

		

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita