Korban Banjir Mulai Diserang Penyakit

KARAWANG,- Banjir mulai berangsur surut. Setelah banjir selesai, masalah lain muncul. Rumah yang sebelumnya terendam banjir, kini menyisakan lumpur yang  bercampur kuman dan bakteri. Wabah penyakit mengancam para warga korban banjir.

Warga korban banjir mengaku kini tidak lagi butuh bantuan sembako. Mereka kini lebih butuh peralatan untuk membersihkan rumah mereka. Selain itu, korban banjir membutuhkan obat-obatan karena sudah mulai diserang berbagai penyakit, seperti gatal-gata dan inspeksi pernapasan.

Para warga korban banjir kini mengaku lebih membutuhkan peralatan untuk memberihkan lumpur. Seperti cangkul, sekop, pompa air, kain lantai beserta ditergen pembasmi bakteri dan kuman. Warga juga butuh air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sebab, air sumur belum bisa digunakan karena terkotaminasi air banjir.

Komar (30), warga Kampung Jebug, Dusun Karang Mulya, Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, Karawang  mengaku, warga sangat membutuhkan pengobatan gratis karena mulai diserang penyakit gatal-gatal. Diakuinya, warga di terdampak banjir di Desa Kamurang, saat ini sangat memerlukan air bersih dan pengobatan secara gratis.

“Alhamdullilah banyak pihak yang mengirimkan bantuan kesini untuk hari ini. Jujur saja, kami sangat memerlukan air bersih untuk keperluan mandi dan keperluan lainnya seperti pengobatan gratis karena badan kami terasa gatal-gatal,” pintanya.

Sementara itu, korban banjir lainnya, Mulyadi (40) salah satu warga korban banjir. Rumahnya di Kampung Jebug, Dusun Karang Mulya, Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, tiga hari lamanya terendam banjir sedalam 1.8 meter. Selama rumahnya kebanjiran, Mulyadi tingal di posko pengungsian di kantor desa setempat. Pemukiman itu tergenang banjir karena luapan Sungai Cikaranggelam.

“Mulai kebanjiran sejak hari Minggu pagi, 7 Februari 2021. Sejak hari itu saya mengungsi di posko pengungsian. Selasa , 9 Februari 2021 banjir mulai surut, kami pun kembali ke rumah. Kondisi rumah setelah banjir, penuh dengan lumpur yang  menggenang di dinding dan lantai rumah,” tutur Mulyadi.

Khawatir banjir susulan kembali datang, Mulyadi memutuskan untuk membersihkan  perabotan rumah tangga terlebih dahulu. Beberapa yang bisa diperbaiki, dibersihkan satu persatu oleh Mulyadi. Barang-barang yang hancur terpaksa dibuang. Dua unit televisi miliknya kini sudah tidak berfungsi. Kasur hingga kain dicuci kemudian dijemur. Butuh kerja keras untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan tersebut.

“Kami akan sangat senang jika ada relawan yang membantu kami dan warga lainnya para korban banjir untuk membersihkan lingkungan yang kotor oleh lumpur. Kondisi lingkungan sangat kotor penuh lumpur, jalan lingkungan dan saluran air tergenang lumpur, kata Mulyadi.

Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang merilis data, banjir di Karawang melanda 39 desa di 17 kecamatan di Karawang. Puluhan ribu warga terdampak banjir dan terpaksa harus mengungsi ke posko-posko pengungsian yang telah disediakan oleh Pemkab Karawang. (Gusti Sevta Gumilar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita