Kurang Tenda, Pengungsi Terancam Tidur di Emperan

KARAWANG,- Sebanyak 1.300 pengungsi terancam terlantar karena tidak cukup tenda untuk menginap. Para pengungsi itu berasal dari enam RT di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.

Mereka mengungsi di komplek pertokoan Terminal 163 di Jalan Interchange Karawang Barat. Di titik pengungsian itu, hanya tersedia satu tenda milil BNPB untuk menginap para pengungsi. Warga terancam tidur di emperan pertokoan, emperan hotel Amaris dan emperan rumah makan Alam Sari.

Selain kurangnya tenda untuk menginap para pengungsi, pantauan di lapangan, Minggu (21/2), belum ada dapur umum dan stok obat-obatan yang disediakan relawan pun menipis.

Nurwahid (20), salah seorang relawan, mengatakan, para pengungsi masih membutuhkan bantuan logistik, terutama obat-obatan dan kebutuhan bayi. Ditambah, proses evakuasi kemarin Sabtu (20/2) serba mendadak. Warga tidak sempat menyiapkan logistik untuk pengungsian.

“Kondisi terakhir di Purwadana, banjir masih setinggi dada orang dewasa, sampai sekarang belum surut,” kata Nurwahid.

Di tempat yang sama, salah satu pengungsi, Nunung (40) mengatakan, kebutuhan bayi seperti popok, susu, pakaian, dan makanan, sangat dibutuhkan para pengungsi. “Ada belasan bayi di tempat pengungsian,” katanya. (Teguh Purwahandaka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita