Marak Tawuran Pelajar Setelah PTM Dimulai

KARAWANG,- Bupati Karawang Cellica Nurachadiana sudah membolehkan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) serentak di berbagai level pendidikan, namun kebijakan tersebut diiringi sejumlah peristiwa tawuran dan kenakalan remaja.

Redaksi Koran Gratis Karawang merangkum beberapa peristiwa kenakalan remaja yang terjadi selama masa PTM yang belum seumur jagung itu. Satu di antaranya membawa korban. Peristiwa tawuran pertama terjadi di depan Kampus SMPN 6 Karawang Barat, Kelurahan Nagasari, Kabupaten Karawang, Senin, 20 September 2021.

Ketika itu dua kelompok pelajar nyaris bentrok. Kelompok pertama adalah gabungan pelajar dari SMP Kedungwaringin di Bekasi, dan SMPN 3 Karawang Barat. Jumlahnya 50 orang. Sedangkan kelompok kedua belum jelas berasal dari kelompok pelajar mana.

Dua kelompok tersebut sudah mengacungkan senjata tajam dan hampir saling menyerang. Beruntung, warga setempat langsung membubarkan dua kelompok. Polisi mengamankan satu orang yang diduga jadi dalang kerusuhan itu. Orang yang diamankan tersebut berstatus alumni.

Hari sebelumnya, Minggu, 19 September 2021, polisi mengamankan dua pelajar yang kedapatan membawa senjata tajam. Kapolsek Klari Kompol Ricky Adipratama mengatakan, kedua pelajar tersebut masing-masing berinisial WWN (16), dan ADM (17). Keduanya diamankan saat sedang nongkrong di depan Kantor Kecamatan Klari. Setelah digeledah, polisi menemukan senjata tajam jenis golok dan celurit.

Peristiwa tawuran kedua terjadi di Jalan Raya Syeh Quro, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Senin, 27 September 2021. Dua remaja jadi korban. Kepalanyja dibacok menggunakan senjata tajam sejenis gergaji namun berukuran sangat besar.

ADT (14) seorang pelajar SMP di Karawang, dan KDA (14) seorang remaja putus sekolah, rencananya siang itu ingin mengunjungi teman mereka di SMPN 3 Telagasari Karawang. Bersama pelajar lain dari SMPN 4 Ciasem, SMP 1 Cilamaya, MTSN Cilamaya, dan SMPJ 1 Cilamaya Kulon, mereka berkumpul di Pasar Cikalong, Cilamaya. Saat itu, termasuk ADT dan KDA, ada kurang lebih 18 remaja mengendarai tujuh motor.

Rombongan berangkat menuju daerah Telagasari untuk janjian bertemu teman di SMPN 3 Telagasari. Sekitar pukul 15.30 WIB, mereka memutuskan untuk pulang. Saat melintas di Pasar Wadas, ada kurang lebih 20 motor mengejar rombongan dari arah belakang.

“Mungkin karena ada sentimen tertentu, dua pelajar usia SMP (berboncengan) terpisah dari kelompoknya, lalu dikejar oleh kelompok lain. Kemudian korban ditendang, motornya jatuh, setelah jatuh dia dilukai,” kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana.

Dalam video yang tersebar di media sosial, nampak para pelajar ini melukai korban menggunakan gergaji pemecah es dan golok. Dalam kondisi jatuh dari motor, para pelaku membacok korban beberapa kali.

Akibatnya, korban ADT mengalami luka bacok di kening, kepala bagian atas, punggung, tangan sebelah tangan, dan kaki sebelah kiri. Sedangkan korban KDA mengalami luka bacok di bagian punggung. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Puriasih Jatisari untuk mendapatkan perawatan.

Tidak lama dari kejadian, polisi mengamankan delapan pelajar yang diduga terlibat tawuran pelajar di Jalan Syeh Quro, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono kepada wartawan menuturkan polisi masih mengembangkan kasus tawuran ini.

“Kami sedang meminta keterangan delapan pelajar yang diamankan, apabila nanti ada yang terlibat tentunya akan kami proses sesuai dengan Undang-Undang keadilan anak,” kata Aldi Subartono, Rabu, 29 September 2021.

Terpisah, Kepala Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga) Karawang Asep Junaedi menuturkan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada pelajar yang terlibat tawuran.

“Dilihat dulu peristiwanya. Kalau di luar jam sekolah, mungkin nanti sekolah tinggal melakukan pengaduan (ke petugas), apalagi kalau misalkan ada kerusakan. Karena kewajiban sekolah itu sampai pelajar selesai jam pelajaran. Kalau saat jam sekolah, sanksinya lebih berat. Bisa saja dikeluarkan,” kata Asep beberapa waktu yang lalu.

Peristiwa yang terakhir terjadi di Jalan Raya Tanjung Pura, Karawang. Sekelompok pemuda memblokade jalan utama di Tanjungpura, Kamis (30/9) pagi. Mereka memblokir jalan untuk melakukan aksi balap liar. Dari peristiwa ini, kemacetan panjang terjadi.

Aksi tersebut tidak hanya meresahkan, tetapi juga merugikan para pengendara lain karena dilakukan saat pagi hari di jalan raya. Para pelaku aksi balapan liar yang dilakukan sejumlah pemuda di Kabupaten Karawang tersebut diamankan polisi.

Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Lantas Polres Karawang Iptu Anwar mengaku setelah mendapat informasi pihaknya langsung ke lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan, dan pengejaran pelaku balap liar.

“Dari viralnya video kami dari Polantas langsung bergerak ke lokasi, dan mengejar pelaku, namun saat di lokasi para pelaku telah membubarkan diri dan ada yang tertinggal salah satu kendaraan roda empat berjenis mini bus,” kata Anwar saat diwawancarai di lokasi.

Dia mengungkapkan ada tujuh orang yang dimintai keterangan terkait aksi balap liar yang dilakukan. Namun, pihaknya mengakui tidak cukup bukti untuk melakukan penangkapan, hingga akhirnya tujuh orang tersebut dipulangkan.

“Ada tujuh orang yang berada di kendaraan itu, saat dibawa ke polsek setempat dan diperiksa karena kami mencurigai membawa barang-barang terlarang. Tapi dari pemeriksaan tidak ditemukan hal yang mencurigakan dan akhirnya mereka dipulangkan karena tidak adanya cukup bukti untuk dilakukan penangkapan,” katanya.

Untuk mengantisipasi terulangnya aksi balap liar, pihaknya akan melakukan patroli dan pemantauan serta pengawasan di Jalan Baru-Tanjungpura. “Antisipasi terulang lagi, Polantas akan sering berpatroli dan melakukan pengawasan juga pemantauan di Jalan Baru-Tanjungpura,” ujarnya.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana merespons serentetan peristiwa kenakalan remaja ini.
Pemerintah Kabupaten Karawang akan melakukan evaluasi sekolah yang siswanya terlibat tawuran untuk diberhentikan sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Cellica Nurrachadiana menuntut para remaja yang balap liar dan tawuran bertanggungjawab atas dirinya sendiri.

Cellica menyampaikan, pihaknya bersama jajaran Forkompinda langsung segera merumuskan dan mempersiapkan pendidikan Bela Negara bagi para remaja yang tidak bisa bertanggung jawab dengan dirinya sendiri dan mengganggu Kamtibmas di Karawang.

“Kami berharap mereka bertanggungjawab terhadap dirinya. Mereka harus berperilaku yang baik dengan penuh tanggungjawab,” katanya dikutip dari Instagram pribadinya, @cellicanurrachadiana.

Ia berharap agar ke depannya tidak terjadi lagi tawuran, balap liar dan aksi-aksi yang mengganggu kamtibmas di Karawang. “Semoga tidak terjadi lagi di Karawang, tugas kita semua menciptakan suasana keamanan ketertiban di Karawang yang sama-sama kita cintai Pelatihan Dasar Bela Negara, akan kami mulai minggu depan selama 1 Minggu,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Asep Junaedi mengatakan, terjadinya tawuran pelajar, pihaknya akan menghentikan kembali sekolah yang siswanya terlibat aksi tawuran. “Untuk peristiwa kemarin-kemarin belum kami terapkan sanksinya. Hanya kami awasi dan lakukan pembinaan sekolah-sekolah dan siswa,” katanya, pada Kamis (30/9/2021).

Akan tetapi, kata dia, apabila hal serupa dilakukan kembali. Maka kegiatan PTM di sekolah itu akan dihentikan sementara. Tentu, ini menjadi pelajaran bagi seluruh sekolah di wilayah Kabupaten Karawang. (Faizol Yuhri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita