Mental Siswa Bobrok Akibat Minim Ajaran Agama

KARAWANG,- Sejumlah faktor menjadi pemicu bobroknya mental dan moral siswa di Karawang sehingga berujung terhadap terbentuknya prilaku premanisme, salah satunya adalah minimnya penerapan pembelajaran agama di sekolah.

Prespektif tersebut diungkapkan tokoh agama Karawang sekaligus Ketua Nahltatul Ulma (NU) Kabupaten Karawang H Ahmad Ruhiyat Hasby menyikapi terjadinya pristiwa tawuran siswa di Karawang.

“Ada sistem pendidikan yang kurang, penerapkan agama sebagai pelajaran tidak maksimal,” ujar Kang Uyan sapaan akrab Ahmad Ruhiyat Hasby, saat diwawancarai Koran Gratis Karawang dikantornya, Kamis, 30 September 2021.

“Seperti kita ketahui di sekolah saat ini pelajaran agama hanya dua jam saja dan itu juh dari kata ideal sebagai pembentuk ahlakul karimah,” tambahnya.

Lebih lanjut faktor lain mental siswa bobrok, kata Kang Uyan, adalah fasilitas berupa transportasi, yang justru direspon pihak sekolah dengan membangunkan tempat parkir kendaraan untuk siswa.

“Coba kita tanya apakah siswa SMP sudah diperbolehkan mempergunakan kendaraan roda dua atau bahkan roda 4. Seperti kita lihat hari ini orang tua kebanyakan memeberikan fasilitas kendaraan kepada anaknya untuk sekolah, dan ini direspon oleh sekolah dengan membuat tempat parkir. Pihak kepolisianpun seperti yang tutup mata dengan keadaan ini,” kata Kang Uyan.

Dampak dari fasilitas itu, lanjut Kang Uyan, seperti yang terjadi saat ini, kenakalan remaja merajalela.

“Disaat anak seumur itu, dengan jiwa muda yang ingin selalu eksis, dengam diberi fasilitas yang tidak terkontrol justru akan berakibat nehatif, seperti tawuran yang terjadi di Cilamaya akhir – akhir ini,” katanya.

Maka atas dasar itu, Kang Uyan memberikan saran agar pelajaran agama diperbanyak di sekolah, selain itu alternatif pendidikan pondok pesantren perlu diyakini akan membentuk SDM yang mempuni karena ditopang ahlak dari didikan agama sebagai dasar pondasi utama.

“Orang tua tidak harus takut untuk menitipkan anaknya menimba ilmu di pondok pesantren, hari ini pesantren juga ada sekolahnya kok, karena di pesantren seoran anak akan dipupuk bukan hanya oleh pengetahuan umum, namun juga oleh pendidikan agama, sebagai dasar pembentukan ahlak yang baik,” tandasnya. (Iqbal Tawakal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita