Sejumlah Jalan Alteri Perkotaan Kebanjiran

KARAWANG,- Sejumlah jalur alteri di Karawang terendam banjir sehingga membuat kemacetan. Ketinggian banjir mencapai 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Tidak sedikit kendaraan mogok lantaran berusaha menerobos banjir.

Jalan alteri Galuh Mas, Telukjambe Timur Karawang terendam banjir tepat di depan gedung Gramedia, Jembatan Mall KCP hingga ke Lawang Cafe dan Starbucks Coffe. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter, Sabtu (20/2), Kendaraan terpaksa berjalan merayap dan terjadi macet cukup panjang. Minggu (21/2), genangan air terpantau sudah surut.

Jalan Kertabumi terendam banjir mulai dari kantor Dinas Koperasi dan UMKM Karawang, hingga ke Rumah Sakit Bayukarta dan pasar swalayan Yogya. Ketinggian air cukup tinggi mencapai setengah meter, Sabtu (20/2). Kendaraan dari arah alun-alun Karawang banyak yang enggan melintas ke jalan tersebut dan memilih masuk ke jalan pasar baru Karawang yang kemudian keluar di jalan Dewi Sartika. Pada Minggu (21/2), air terpantau masih menggenang di jalan tersebut.

Jalan Puri Peruri tergenang banjir mulai dari bundaran hingga ke lampu merah Jalan Telukjambe. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Bahkan satu ruas jalan harus ditutup lantaran ketinggian air mencapai lebih dari setengah meter. Satu ruas jalan lainnya digunakan untuk dua arus lalu lintas berlawanan arah. Kemacetan dan penumpukan kendaraan terjadi lantaran banyak warga korban banjir menyelamatkan kendarannya dengan parkir di jalan tersebut. Minggu (21/2) genangan air di jalan ini terpantau sudah surut.

Jalan Pangkal Perjuangan tergenanf air sejak Sabtu (20/2) sore, dan hingga Minggu (21/2) air terpantau masih menggenang di jalan tersebut. Kendaraan minibus dan sepeda motor tidak dapat melintas di jalan tersebut. Kendaraan besar seperti truk dan bus, memaksakan diri melintas dan dapat melaluinya.

Underpass Gonggo Jatisari tergenang air sejak Sabtu (20/2), dan sampai Minggu (21/2) air masih tetap menggenang dengan keringgian hampir satu meter. Jalan ditutup menggunakan bambu dan kayu sebagai tanda jika jalan tersebut mustahil untuk dilintasi kendaraan. (Teguh Purwahandaka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita