Toko Susu Jual Obat Keras Psikotropika

KARAWANG,– Toko Susu di Dusun Kerajan Timur, Desa Manggung Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, tertangkap basah mengedarkan obat keras yang masuk dalam daftar G Psikotropika, Rabu (24/02/2021). Obat memabukkan itu bernama Exymer dan Tramadol.

Di toko susu itu, obat sudah siap edar dan dikemas dalam plastik kecil berisi lima pil. Obat itu tersimpan dalam lemari dagang bersama dengan susu, popok dan keperluan bayi lainnya.

Kasat Narkoba Polres Karawang, AKP Aji Setiaji mengatakan, pengungkapan penjualan obat keras di toko susu terungkap berkat informasi masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Cilamaya Kulon.

“Sewaktu anggota kami tiba di lokasi, penjaga atau pemilik warungnya sudah tidak diketahui lagi keberadaannya, sehingga kami hanya mengamankan ribuan butir obat Psikotropika yang sempat diamankan oleh teman-teman dari Ormas Pemuda Pancasila,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian sudah mengantongi sejumlah data informasi penjaga atau pemilik warung tersebut guna dilakukan upaya penyelidikan lebih lanjut.

Disebutkan Aji, obat tersebut benar merupakan obat keras yang penjualannya sangat ketat aturannya. Setelah dihitung, ada 2.000 butir obat jenis Exymer, 500 butir obat jenis Tramadol dan 10 box obat batuk merek komik yang sering disalah gunakan para pemabuk.

Guna memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Karawang, AKP Aji meminta kepada masyarakat, untuk tidak takut memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PAC Pemuda Pancasila Cilamaya Kulon, Ahmad Turmudi bercerita, pihaknya merasa curiga dengan aktivitas jual beli di toko susu tersebut. Ditambah lagi, pihaknya menerima informasi dugaan toko susu yang menjual obat terlarang. Pihaknya lantas berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparatur pemerintahan desa. Hingga kemudian disepakati bersama mendatangi toko susu tersebut.

“Hasilnya, kami menemukan obat-obatan dalam jumlah banyak yang sudah dikemas dalam plastik kecil. Tidak sulit menemukan obat itu, karena disimpan di etalase toko bersama barang dagangan lainnya. Curiga dengan jenis obat itu, kami lalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” kata Ahmad. (Gusti Sevta Gumilar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita