Waspada Marak Pupuk Palsu, Petani Diimbau Gunakan Pupuk Bersertifikat SNI

KARAWANG.INFO– Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Jawa Barat, Endjam Djamsir mengingatkan para petani soal maraknya peredaran pupuk palsu. Petani diimbau menggunakan pupuk yang sudah bersertifikat Seperti yang ditepkan Badan Standarisasi Nasional Indonesia (SNI).

“Menjelang musim tanam kali ini, kita imbau kepada seluruh petani untuk menggunakan pupuk SNI seperti produk-produk Pupuk Kujang. Karena kualitasnya sudah terjamin,” kata Endjam, Senin (21/6/2021).

Endjam bercerita, belakangan ini terjadi beberapa kasus pemalsuan pupuk yang merugikan petani. Seperti yang terjadi di Tulungagung, Jawa Timur, sejumlah petani jagung di Desa Ngrejo jadi korban produsen pupuk palsu. Alhasil mereka merugi karena pupuk palsu tak memberikan dampak kesuburan, malah membuat tanaman jagung petani menjadi rusak.

“Jika menggunakan pupuk palsu, bertani bukannya untung malah buntung,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Umum Pupuk Kujang, Maryadi pun mengingatkan pentingnya menggunakan pupuk dengan mutu dan kualitas yang baik. PT Pupuk Kujang Cikampek setiap waktu, jajaran direksi dan karyawan terus menjaga kualitas produk sesuai SNI.

Hal itu dilakukan demi kepuasan pelanggan, terutama petani Indonesia, sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan menjaga kualitas secara konsisten, diharapkan kepercayaan pelanggan pada produk Pupuk Kujang terus meningkat.

“Pupuk Kujang telah menerapkan SNI secara berkelanjutan. Secara berkala, lembaga sertifikasi produk melakukan audit dengan ketat. Kami berupaya untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan agar tetap meraih hasil terbaik dan unggul,” ujar Maryadi.

Maryadi menuturkan, sudah banyak produk Pupuk Kujang yang mengantongi sertifikat SNI, diantaranya Urea, Nitrea, Amoniak, NPK, Phonska, Jeranti, Nitroku, Bion Up, Excow dan berbagai produk lainnya. Produk-produk tersebut kualitasnya tak diragukan lagi oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSP) Balai Sertifikasi Industri Kementerian Perindustrian.

Sertifikat SNI itu diperoleh setelah pupuk buatan PKC diuji di laboratorium terakreditasi. Produk-produk bisa mendapat SNI kalau benar-benar baik dan teruji kualitasnya. Meski telah dinyatakan menjaga kualitas dengan baik, Pupuk Kujang juga mendorong anak perusahaannya meningkatkan standar mutu produk.

“Kami selalu berupaya menggulirkan semangat SNI tidak hanya kepada core bisnis kami namun juga kepada anak perusahaan hingga mitra binaan. Semua itu bisa terwujud jika dilakukan sinergi bersama Badan Standarisasi Nasional,” kata Maryadi.

Sebagai contoh, Sintas Kurama Persada, salah satu anak perusahaan Pupuk Kujang telah meraih SNI produk asam forminat. Minta Binaan UMKM kami sedang tahap sertifikasi produk berasi giling SNI 6128:2015 oleh LSPro IPB yang insya Allah akan keluar hasilnya pada akhir Juli 2015,” Maryadi menambahkan.

Semangat Pupuk Kujang dalam penerapan SNI juga dilakukan hingga ke sektor lain, yaitu berbagai produk UMKM binaan perusahaan, toko retail online Kujang Sigimart dan CO2 cair.
Dengan penerapan produk SNI ini, Pupuk Kujang berupaya memastikan bahwa produk yang dipasarkan baik kualitasnya, aman digunakan, efisien dan aman buat lingkungannya.

Kedepan, kata Maryadi, Pupuk Kujang tetap akan terus menjaga konsistensi penerapan SNI dan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberikan perlindungan kualitas produk kepada masyarakat.
Selain itu memastikan bahwa produk yang dipasarkan baik kualitasnya, aman digunakan, efisien dan aman buat lingkungannya.

“Kedepan, Pupuk Kujang tetap akan terus menjaga konsistensi penerapan SNI dan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberikan perlindungan kualitas produk kepada masyarakat,” pungkasnya. (Advetorial)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori berita