x

8 Medali dari Kejurnas 2026 Jadi Modal Muaythai Karawang Hadapi Porprov Jabar

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 01:27 9 Admin

Karawang.info – Prestasi kontingen Muaythai Indonesia Karawang di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Muaythai Championship 2026 menjadi modal penting dalam menghadapi persiapan menuju Pra-Final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Bertanding di GOR Abdur Rosyad Irwan (GOR Bang Yan), Kota Bekasi, pada 5-9 Agustus 2026, sebanyak 11 atlet Karawang menunjukkan kemampuan terbaiknya. Hasilnya, delapan medali berhasil dibawa pulang, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan tiga perunggu.

Medali emas diraih Resmi Naibaho dan Adelio Mandala Alfatih. Tiga medali perak disumbangkan Dicky Aditya Abdullah, Ratu Zaskia, serta Kenzie Yodha Ardhana.

Sedangkan tiga medali perunggu diraih Urmadhilla Dwi Rahmawan, Nayla Zashinta, dan Davin Pratama.

Adapun Muhammad Hanapi, Afsel Bhaik Filmon Situmorang, dan Salman Alfarizy harus mengakhiri pertandingan tanpa medali.

Ketua Harian Pengkab Muaythai Indonesia Karawang, Dadi Mulyadi, menilai hasil tersebut menunjukkan perkembangan positif atlet-atlet Muaythai Karawang.

Ia menyebut pencapaian delapan medali menjadi bukti bahwa pembinaan atlet Muaythai Karawang terus berkembang dan mampu bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional.

Dadi mengatakan keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari atlet, pelatih, pengurus, orang tua atlet hingga Dewasena Management.

“Prestasi tersebut jelas membuktikan bahwa atlet Muaythai Karawang memiliki kemajuan yang signifikan dan saat ini kita memiliki posisi tawar yang sangat diperhitungkan,” ujar Dadi dalam rilis yang dikirimkan Hilman, Senin (10/8/2026)..

Di sisi lain, ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap cabang olahraga Muaythai dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal fasilitas dan dukungan pembinaan.

Sekretaris Pengkab Muaythai Indonesia Karawang, Dede Nurdin, melihat olahraga bela diri juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, kegiatan latihan dan kompetisi dapat menjadi ruang bagi pelajar dan anak muda untuk menyalurkan energi secara positif.

“Ikut bergabung berlatih dan berprestasi di Muaythai Karawang dapat menjadi tawaran yang solutif dalam mengurangi tingkat kriminalitas di kalangan pelajar dan kaum muda,” ujarnya.

Dede menilai pembinaan olahraga yang dilakukan secara konsisten berpotensi membantu mencegah berbagai aktivitas negatif di kalangan generasi muda, termasuk tawuran, keterlibatan dalam kelompok kriminal, dan penyalahgunaan narkoba.

Untuk itu, ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, orang tua atlet, serta dunia usaha.

Dukungan tersebut dinilai penting agar pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda Karawang yang memiliki karakter, disiplin, dan prestasi di tingkat regional maupun nasional.

Raihan delapan medali di Kejurnas Indonesia Muaythai Championship 2026 pun menjadi salah satu pijakan bagi Muaythai Karawang untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan persiapan menghadapi agenda olahraga berikutnya.

(Rizki)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x