x

Kemenpar Angkat Wastra Nusantara Jadi Magnet Wisata Budaya Indonesia

waktu baca 3 menit
Rabu, 2 Sep 2026 11:27 30 Admin

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong kekayaan wastra Nusantara menjadi salah satu daya tarik wisata budaya melalui pameran bertajuk “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” yang digelar di Rama Atrium, East Mall Lantai 1, Grand Indonesia, Jakarta, pada 2–6 September 2026.

Pameran yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenpar memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya atau cultural tourism serta experience-based tourism dengan mendekatkan kekayaan budaya dan ragam destinasi Indonesia kepada masyarakat urban.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan wastra memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Menurutnya, setiap kain tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa identitas, tradisi, pengetahuan, dan cerita dari daerah asalnya.

Melalui pameran tersebut, Kemenpar mengangkat beragam kekayaan wastra Indonesia, mulai dari batik, tenun, hingga kain ikat, sebagai media penceritaan yang menghubungkan masyarakat dengan destinasi wisata.

Pendekatan itu diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengenal lebih jauh daerah asal wastra sekaligus mendorong peningkatan perjalanan dan belanja wisata di berbagai daerah.

“Indonesia memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, baik sebagai identitas budaya maupun magnet pariwisata. Kami berharap sinergi ini menempatkan wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Ni Made Ayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Dalam penyelenggaraannya, Kemenpar menggandeng sejumlah mitra strategis lintas sektor. Salah satunya BCA yang menyediakan area pameran seluas 112 meter persegi di Rama Atrium. Kegiatan tersebut juga didukung Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta BINA.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam memperluas ruang promosi wastra sekaligus memperkenalkan destinasi tempat kekayaan budaya tersebut lahir dan berkembang.

“Kerja sama antara Kementerian Pariwisata, BCA, HIPPINDO, dan BINA menjadi bagian penting dalam menghadirkan pameran yang representatif. Melalui dukungan area pameran dari BCA serta jaringan ritel HIPPINDO, kami dapat menyediakan ruang promosi yang lebih luas bagi keindahan wastra Indonesia,” kata Erwita.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap wastra Nusantara, tetapi juga mendorong wisatawan domestik mengunjungi daerah asal berbagai kain tradisional tersebut.

Pameran “Jelajah Indonesia Wastra Nusantara” turut menghadirkan sejumlah pelaku industri pariwisata yang mewakili berbagai destinasi di Indonesia.

Di antaranya Batik Warisan dari Pekalongan, Jawa Tengah; Lombok Paradise Tour & Travel yang mempromosikan Lombok, Nusa Tenggara Barat; Badan Otorita Borobudur yang mewakili kawasan Yogyakarta dan Jawa Tengah; serta Jabu Bonang yang memperkenalkan potensi wisata Danau Toba, Sumatera Utara.

Selain itu, terdapat Ainon Holidays yang mempromosikan Palembang, Sumatera Selatan; CakraMahira Bespoke Travel yang mempromosikan Jakarta; 8 Island Adventure dari Bali; serta APH Travel & MICE yang memperkenalkan destinasi wisata Sumatera Barat.

Batik Riana Kesuma serta Batik & Tenun Rolla juga ikut berpartisipasi sebagai perwakilan industri ritel dengan menghadirkan beragam koleksi batik dan tenun khas Indonesia.

Kehadiran para pelaku industri tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk tidak hanya mengenal keragaman wastra, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai destinasi hingga pilihan perjalanan wisata budaya ke berbagai daerah.

Selama pameran berlangsung, pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari membatik bersama perajin, peragaan busana yang menampilkan koleksi wastra khas daerah dengan menghadirkan Miss dan Mister Tourism binaan ASPPI, hingga diskusi bersama pelaku industri pariwisata.

Selain itu, tersedia pula kuis dan sesi penataan gaya atau styling wastra yang dirancang untuk memperkenalkan kain tradisional Indonesia dengan pendekatan yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat.

(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x