
Karawang.info – Kepala SDN 1 Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Hj.Beti Nurbaeti, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi terhadap sejumlah awak media yang sebelumnya disebut terjadi di lingkungan sekolah.
Beti menegaskan bahwa pihak SDN 1 Palumbonsari pada prinsipnya terbuka terhadap kehadiran insan pers, baik untuk bersilaturahmi maupun menjalankan tugas jurnalistik, termasuk melakukan konfirmasi terkait kegiatan dan pelayanan di lingkungan sekolah.
“Kami pada prinsipnya terbuka terhadap rekan-rekan media yang datang untuk silaturahmi maupun menjalankan tugas jurnalistik. Kalau ada informasi yang perlu dikonfirmasi, kami siap memberikan penjelasan sesuai dengan kapasitas dan kewenangan pihak sekolah,” ujar Beti, Rabu (19/8/2026).
Terkait pemberitaan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi wartawan, Bety mengatakan persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan kronologi dan fakta secara utuh. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak bermaksud menghalangi tugas jurnalistik maupun menutup akses informasi kepada media.
Menurut Bety, apabila pada saat kedatangan awak media dirinya belum dapat menemui secara langsung, kondisi tersebut bukan berarti pihak sekolah menolak ataupun mengusir wartawan. Saat itu, dirinya sedang menjalankan kegiatan lain sehingga belum dapat menemui awak media secara langsung.
“Apabila pada saat kedatangan rekan-rekan media saya belum dapat menemui secara langsung, hal tersebut bukan berarti pihak sekolah menolak atau mengusir wartawan. Pada saat itu saya sedang menjalankan kegiatan lain sehingga belum dapat memberikan pelayanan secara langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah menghargai keberadaan insan pers dan memahami bahwa konfirmasi merupakan bagian dari proses jurnalistik. Karena itu, komunikasi yang baik dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara sekolah dan media.
Sementara itu, Ketua Komite SDN 1 Palumbonsari, Aep Apriyatna, turut memberikan tanggapan. Ia menyampaikan permohonan maaf apabila benar terdapat tindakan dugaan pengusiran maupun intimidasi terhadap wartawan.
“Kalau memang ada dugaan pengusiran dan intimidasi kepada wartawan, kami mohon maaf. Kami pihak sekolah terbuka kepada rekan-rekan media yang mau silaturahmi ataupun memiliki keperluan lainnya, termasuk jika ingin bertemu dengan kepala sekolah,” ujar Aep.
Aep mengaku tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut karena dirinya tidak berada di lokasi. Ia juga mengatakan baru mengetahui adanya pemberitaan mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi tersebut setelah berita tersebut beredar.
Menurutnya, setelah berkomunikasi dengan kepala sekolah, informasi yang diterima tidak seperti dugaan yang diberitakan. Saat kejadian, kepala sekolah disebut sedang memiliki kegiatan sehingga belum dapat menemui awak media.
Pihak sekolah berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi secara terbuka. SDN 1 Palumbonsari juga menegaskan komitmennya untuk tetap membangun hubungan yang baik dengan insan pers serta tidak menghalangi tugas jurnalistik yang dilakukan sesuai ketentuan.
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai bentuk hak jawab sekaligus memberikan ruang kepada pihak sekolah untuk menyampaikan sudut pandangnya atas pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan pengusiran dan intimidasi wartawan di lingkungan SDN 1 Palumbonsari.
(Rizki Ramdani)

Tidak ada komentar