
Karawang.info – Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Permasalahan Persampahan serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang (El Nino Godzilla) Wilayah Jawa Barat yang digelar di Aula A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD), Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Gubernur Jawa Barat, para bupati serta Komandan Distrik Militer (Dandim) se-Jawa Barat. Dalam forum tersebut, Bupati Aep memaparkan kondisi eksisting sekaligus berbagai tantangan pengelolaan sampah yang dihadapi Kabupaten Karawang.
Aep mengungkapkan, timbulan sampah di Kabupaten Karawang saat ini mencapai 1.108,60 ton per hari yang tersebar di 30 kecamatan. Namun, pelayanan pengelolaan sampah baru menjangkau 17 kecamatan atau sekitar 56,67 persen.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 68,15 ton sampah per hari telah diolah di sumber maupun fasilitas penanganan sampah. Sementara 378,34 ton per hari diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang.
Adapun sekitar 662,11 ton sampah per hari masih belum terangkut dan berpotensi dibuang secara liar ke lingkungan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan serius yang membutuhkan penanganan secara terpadu.
Sementara itu, TPA Jalupang dilaporkan telah menampung sekitar 1,2 juta ton sampah dengan rata-rata penambahan mencapai 1.360 ton per hari.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Aep menyambut baik adanya sinergi dan rencana aksi untuk membantu pemerintah daerah dalam menangani persoalan persampahan, termasuk di Kabupaten Karawang.
“Hari ini kita sedang ada di Markas TNI AD. Tentunya tadi kita dengan para bupati, Dandim, Pak Gubernur, dan Pak KSAD kita merencanakan untuk pembangunan sampah. Selain dari Danantara, tadi Pak KSAD juga menyampaikan ada program untuk penanggulangan sampah, karena sampah ini harus cepat-cepat diselesaikan,” ujar Aep.
Ia berharap Kabupaten Karawang dapat memperoleh dukungan melalui program penanggulangan sampah yang disiapkan pemerintah pusat dan TNI AD.
“Nanti ada peninjauan, mudah-mudahan nanti di Karawang ada program dari Pak KSAD. Mohon doanya buat masyarakat Karawang,” katanya.
Selain membahas persoalan persampahan, rapat koordinasi tersebut turut membahas langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang dan potensi kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino.
Bupati Aep menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi dampak cuaca ekstrem. Upaya tersebut mencakup menjaga ketersediaan air bersih, mendukung keberlangsungan sektor pertanian, serta memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga terus mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar persoalan persampahan dan potensi dampak kemarau panjang dapat ditangani secara lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar